
Oplus_131072
Ciamis,Medilibas.com – Suasana pedesaan yang biasanya tenang dan asri di Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat kini berubah penuh keresahan. Gerombolan monyet liar yang jumlahnya diperkirakan lebih dari seratus ekor turun dari kawasan hutan Pasir Bunter dan menyerang lahan pertanian warga. Tak hanya sawah, berbagai jenis tanaman palawija, pisang, hingga singkong pun tak luput dari kerusakan.
Sawah Rusak, Petani Pasrah
Selasa, pagi (26/08/2025), seorang petani berusia lanjut, Suryo (80), hanya bisa menatap lesu tanaman padinya di Blok Cilimus. Padi yang ia rawat berbulan-bulan kini rusak parah. Batang padi muda yang seharusnya tumbuh menjadi gabah justru habis dimakan oleh monyet liar.
“Setiap tahun memang ada serangan, tapi sekarang paling parah. Sawah rusak, pisang habis, singkong juga dimakan. Jumlah monyetnya lebih dari seratus ekor. Kalau diusir, malah balik menyerang. Saya hanya bisa lari,” ujar Suryo dengan wajah penuh kelelahan, saat diwawancarai Medilibas.com pada. Selasa, (26/08/2025).
Kerusakan itu dipastikan membuat panen tahun ini jauh dari harapan. Suryo mengaku jenuh karena jerih payahnya seolah sia-sia. “Capek-capek nanam, tapi hasilnya dirusak.
Sudah resah dan jenuh. Kami hanya berharap pemerintah bisa membantu supaya ada solusi,” tambahnya.
Teror Hewan Liar Kian Menggila
Menurut warga, serangan monyet liar sebenarnya bukan hal baru. Namun, dalam dua tahun terakhir jumlah dan keberanian monyet semakin meningkat. Hewan-hewan itu tak hanya masuk ke sawah, tapi juga mendekati permukiman warga.
Kepala Desa Margaharja, Warto, membenarkan keresahan tersebut. Ia menyebut kondisi ini sudah berlangsung lama, namun kali ini merupakan yang paling parah.
“Upaya sudah kami lakukan. Warga bersama pemerintah desa beberapa kali menghalau secara gotong royong, bahkan mencoba dengan cara-cara tradisional. Tapi monyet itu tetap bandel dan kembali menyerang,” kata Warto.
Ia menambahkan, aksi monyet liar ini bukan hanya mengancam ketahanan pangan warga, tetapi juga keselamatan mereka. Tak jarang warga ketakutan saat monyet mulai mendekat ke pemukiman.
Usulan Solusi: Tanam Pohon Buah di Hutan
Untuk meredam konflik antara manusia dan satwa, pihak desa bersama warga berencana menanam pohon buah di kawasan hutan Pasir Bunter. Tujuannya agar monyet-monyet itu memiliki sumber makanan alami sehingga tidak lagi merambah ke lahan pertanian warga.
“Warga sudah siap bergotong royong menanam, tapi kami butuh dukungan pemerintah terutama terkait bibit. Kalau tidak, masalah ini akan terus berulang dan makin parah,” tegas Warto.
Harapan pada Pemerintah
Fenomena monyet liar yang merusak tanaman bukan hanya masalah di Margaharja, tapi juga sudah menjadi persoalan di beberapa daerah lain di Jawa Barat. Para pemerhati lingkungan menilai, berkurangnya sumber makanan di hutan akibat alih fungsi lahan bisa menjadi pemicu utama monyet-monyet itu turun ke pemukiman.
Warga kini menaruh harapan besar pada pemerintah daerah maupun instansi terkait, baik dari Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian, maupun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), untuk bersama-sama mencari jalan keluar.
“Kalau dibiarkan, petani akan terus merugi, panen terancam gagal, dan warga akan semakin takut beraktivitas di ladang maupun kebun. Kami butuh tindakan nyata, bukan hanya sekadar himbauan,” pungkas Warto. (Rizka Munandar)