![]()

Karawang, Media libas. Com, — Bencana banjir hebat kembali mengepung Kabupaten Karawang. Berdasarkan laporan terbaru, 13 dari 30 kecamatan dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Kondisi ini menunjukkan bahwa hampir separuh wilayah administrasi Karawang lumpuh akibat genangan air. ( 24 Januari 2024 )
Banjir telah memaksa ribuan warga mengungsi, sekaligus melumpuhkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses transportasi di sejumlah titik vital. Curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, ditambah meluapnya sejumlah sungai utama, menjadi faktor utama meluasnya dampak banjir kali ini.
13 Kecamatan Masuk Zona Merah Banjir
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, wilayah terdampak meliputi:
Wilayah Pusat dan Industri:
Karawang Barat
Karawang Timur
Klari
Telukjambe Timur
Telukjambe Barat
Majalaya
Wilayah Utara dan Pesisir:
Rengasdengklok
Tirtajaya
Cilebar
Cilamaya Wetan
Cilamaya Kulon
Wilayah Lainnya:
Rawamerta
Telagasari
Sejumlah kawasan industri dan permukiman padat penduduk dilaporkan terendam hingga setinggi lutut hingga dada orang dewasa, menyebabkan aktivitas warga nyaris terhenti total.
Status Siaga dan Pengungsian
Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menetapkan status siaga banjir. Sejumlah posko dan titik pengungsian mulai didirikan di lokasi-lokasi strategis, terutama di wilayah Telukjambe dan Karawang Barat yang terdampak cukup parah.
Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan terus melakukan evakuasi warga, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
“Kami terus memantau pergerakan air dan kondisi cuaca. Fokus utama saat ini adalah evakuasi warga, terutama lansia dan anak-anak, ke tempat yang lebih aman,” ujar petugas BPBD Karawang di lokasi banjir. (Red)
