![]()

Garut, medialinas. Com, _ Musim hujan sering menghadirkan perubahan cuaca yang cepat dan terkadang ekstrem. Masyarakat perlu memahami tanda-tanda alam agar dapat meningkatkan kewaspadaan sejak dini. Salah satu tanda yang paling mudah dikenali adalah munculnya awan berwarna gelap, tebal, dan terlihat rendah di langit, yang dikenal sebagai awan Cumulonimbus atau sering disebut awan badai. 18 februari 2026
Awan Cumulonimbus terbentuk ketika udara hangat dan lembab dari permukaan bumi naik ke atmosfer. Saat udara tersebut mencapai lapisan yang lebih dingin, uap air mengalami proses pengembunan dan membentuk awan yang sangat tebal serta menjulang tinggi. Dalam kondisi tertentu, awan ini dapat tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 10 kilometer.
Secara visual, awan Cumulonimbus memiliki ciri khas yang mudah dikenali masyarakat, antara lain berwarna hitam atau abu-abu gelap, berlapis tebal, serta tampak menjulang vertikal seperti gunung di langit. Kehadirannya hampir selalu menjadi pertanda cuaca buruk akan segera terjadi.
Awan jenis ini berpotensi menimbulkan hujan lebat dalam waktu singkat, disertai kilat atau petir, angin kencang, bahkan puting beliung di beberapa wilayah. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera mencari tempat aman ketika awan tersebut mulai menutupi langit, terutama bagi pengendara, petani, nelayan, maupun warga yang beraktivitas di ruang terbuka.
Para pemerhati lingkungan juga mengingatkan bahwa perubahan iklim dan kerusakan tata ruang dapat memperparah dampak hujan ekstrem, seperti banjir dan longsor. Edukasi kebencanaan menjadi penting agar masyarakat tidak hanya memahami fenomena alam, tetapi juga mampu melakukan langkah mitigasi sejak dini.
Melalui pemahaman sederhana tentang awan Cumulonimbus, diharapkan masyarakat lebih peka terhadap tanda-tanda alam, sehingga keselamatan diri dan lingkungan dapat terjaga selama musim hujan berlangsung. (Red)
