Oplus_131072
![]()
Garut,Medialibas.com – Peringatan Hari Pohon Sedunia di Kabupaten Garut berlangsung meriah dan penuh makna pada Jumat, 21 November 2025. Salah satu kegiatan yang menjadi pusat perhatian publik adalah gelaran aksi tanam pohon di RTH Kehati Copong yang dihadiri langsung oleh Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, S.Pd. Kehadiran orang nomor satu di lembaga legislatif daerah itu sekaligus menunjukkan dukungan penuh DPRD terhadap gerakan pelestarian lingkungan di Garut.
Acara ini diinisiasi oleh berbagai komunitas lingkungan, termasuk Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa (LIBAS), yang belakangan aktif menyoroti isu-isu ekologis dan menggerakkan aksi rehabilitasi kawasan hijau di berbagai titik strategis.
RTH Kehati Copong dipilih menjadi salah satu lokasi utama karena kawasan ini memiliki nilai ekologis tinggi dan menjadi ruang publik yang dimanfaatkan masyarakat untuk edukasi, rekreasi, hingga penelitian biodiversitas lokal.
Aris Munandar: Menanam Pohon Adalah Investasi Jangka Panjang
Dalam sambutannya, Aris Munandar menegaskan bahwa momentum Hari Pohon Sedunia harus dijadikan titik balik untuk menata ulang komitmen seluruh pihak dalam menjaga kelestarian alam. Ia menyebut bahwa kerusakan lingkungan bukan hanya ancaman ekologis, tetapi juga ancaman sosial dan ekonomi jika tidak ditangani secara serius.
“Hari ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi menanam harapan. Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi yang akan datang. Pohon yang kita tanam hari ini akan menjadi naungan, perlindungan, dan sumber kehidupan di masa depan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta. Minggu, (23/11/2025).
Aris juga mengingatkan bahwa Garut merupakan daerah yang memiliki karakteristik geografis kompleks, rentan terhadap pergerakan tanah, banjir bandang, dan kekeringan musiman. Karena itu, gerakan penghijauan tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus berlanjut melalui pemeliharaan dan monitoring.
“Kita ingin memastikan setiap pohon yang ditanam tumbuh kuat, bukan hanya menjadi simbol kegiatan tahunan. Di sinilah pentingnya kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan masyarakat,” tegasnya.
Apresiasi untuk Komunitas dan Relawan
Dalam kesempatan itu, Aris Munandar memberikan apresiasi besar kepada Perkumpulan Lingkungan Anak Bangsa l (LIBAS) yang terus aktif menggerakkan kesadaran ekologis di tingkat akar rumput. Menurutnya, lembaga legislatif membutuhkan mitra dari unsur masyarakat agar gerakan pelestarian alam dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Gerakan lingkungan tidak akan kuat jika hanya dijalankan oleh satu pihak. Saya bangga karena komunitas dan relawan kita di Garut sangat sigap dan peduli. Inilah yang membuat Garut memiliki potensi besar menjadi daerah dengan kualitas lingkungan hidup yang lebih baik,” ujar Aris.
Ia juga menekankan bahwa DPRD Garut siap mendukung program-program lingkungan melalui penguatan anggaran, penyusunan regulasi yang lebih berpihak pada konservasi, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan daerah.
RTH Kehati Copong, Ruang Edukasi Lingkungan Berbasis Masyarakat
RTH Kehati Copong dikenal sebagai salah satu ruang terbuka hijau yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati. Kawasan ini menjadi tempat tumbuh berbagai tanaman lokal sekaligus habitat sejumlah jenis burung dan serangga.
Selain sebagai ruang rekreasi keluarga, kawasan ini juga dimanfaatkan oleh sejumlah komunitas dan sekolah sebagai laboratorium alam terbuka.
Dalam kegiatan Hari Pohon Sedunia kali ini, peserta tidak hanya melakukan penanaman pohon, tetapi juga mengikuti edukasi tentang jenis-jenis tanaman, manfaat ekologis, hingga teknik perawatan bibit agar hidup optimal. Sejumlah bibit pohon keras dan tanaman endemik ditanam sebagai upaya memperkuat ketahanan ekologis kawasan.
Kegiatan berlangsung kondusif dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai unsur: dinas terkait, pegiat lingkungan, pelajar, aktivis pemuda, serta perwakilan perusahaan yang turut mendukung kegiatan CSR lingkungan.
Penanaman Pohon sebagai Simbol Sinergi
Pada puncak acara, Ketua DPRD Garut bersama tokoh masyarakat dan perwakilan komunitas menanam bibit pohon secara simbolis di area yang telah disiapkan. Momen ini menjadi representasi sinergi antara pemerintah dan elemen masyarakat dalam memperkuat gerakan pelestarian lingkungan.
Aris berharap, gerakan menanam pohon dapat menjadi budaya baru di masyarakat Garut, terutama di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
“Mari kita jadikan penghijauan sebagai gaya hidup. Tidak harus menunggu acara besar. menanam pohon bisa dilakukan di lingkungan rumah, lahan kosong, pekarangan, bahkan di sekolah. Jika dilakukan bersama, hasilnya akan besar,” pungkasnya.
Dorongan untuk Program Berkelanjutan
Kegiatan peringatan Hari Pohon Sedunia ini ditutup dengan ajakan bersama untuk mengawal pertumbuhan pohon yang sudah ditanam dan memperluas gerakan penghijauan pada tahun mendatang. LIBAS dan berbagai komunitas lingkungan menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan program ini berjalan berkesinambungan.
Aksi di RTH Kehati Copong diharapkan menjadi inspirasi bagi kecamatan lain di Kabupaten Garut untuk mengadakan kegiatan serupa. Dengan kolaborasi yang semakin kuat, Garut diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup sekaligus menciptakan ruang hijau yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan dukungan Ketua DPRD Garut dan berbagai pihak lainnya, peringatan Hari Pohon Sedunia di RTH Kehati Copong menjadi momentum penting dalam mempercepat gerakan lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Garut. Semangat menanam dan merawat pohon kini menjadi harapan baru menuju Garut yang lebih hijau, sehat, dan aman bagi generasi masa depan. (AA)
