Medialibas.com, Garut — Rabu, 7 Januari 2026 — Mahasiswa KKN Gradasi Desa Harumansari melakukan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis di RW 05 Desa Harumansari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Program ini mendapat sambutan positif dari PEMUDA TARUNA KARYA RW 05 Desa Harumansari yang menyatakan siap mendukung dan terlibat aktif dalam pelaksanaannya.
Ketua PEMUDA TARUNA KARYA RW 05 Desa Harumansari, Sidiq Firmansyah, menegaskan bahwa keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
“Keamanan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas kami. Kami siap membantu dan mendukung program ini untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi semua warga,” ujarnya.
Selain dukungan tenaga, masyarakat bersama PEMUDA TARUNA KARYA RW 05 juga menggalang dana swadaya untuk membantu pembiayaan pemasangan CCTV.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam pengumpulan dana ini. Ini menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap keamanan lingkungan,” tambah Sidiq.
Sementara itu, Ketua KKN Gradasi Desa Harumansari, Raihan Ulhuq Mubarok, berharap pemasangan CCTV ini dapat meningkatkan rasa aman warga serta membantu mencegah potensi gangguan keamanan.
“Kami berharap dengan adanya CCTV, masyarakat bisa merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas, serta dapat menjadi langkah preventif terhadap potensi tindak kriminalitas,” kata Raihan.
Di kesempatan yang sama, Ketua PEMUDA TARUNA KARYA RW 05 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pihak kampus yang telah mendukung pelaksanaan program KKN Gradasi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kampus Universitas Garut (UNIGA), Institut Pendidikan Indonesia (IPI), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes), dan Institut Teknologi Garut (ITG) atas kontribusi dan pengabdiannya kepada masyarakat Desa Harumansari. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini sangat bermanfaat dan kami harap dapat terus berlanjut,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program-program sosial di desa.
“Kolaborasi antara mahasiswa, pemuda desa, pemerintah desa, dan perguruan tinggi menjadi modal utama untuk membangun desa yang lebih aman, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.(red)